www.situswarga.com
  • Regional Sumatera
  • Regional Jawa
  • Regional Kalimantan
  • Regional Sulawesi
  • Regional Papua
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Provinsi Jambi
    • Kota Jambi
    • Muaro Jambi
    • Batang Hari
    • Tanjabbar
    • Tanjabtim
    • Sarolangun
    • Bungo
    • Merangin
    • Kerinci
  • Politik
  • Ekonomi
  • pendidikan
  • OLahraga
  • Peristiwa
    SEKRETARIS DEWAN PERWAKILAN DAERAH SERIKAT PER$ RI PROV. JAMBI RESMI LAPORKAN MANTAN KADES GAMBUT JAYA

    SEKRETARIS DEWAN PERWAKILAN DAERAH SERIKAT PER$ RI PROV. JAMBI RESMI LAPORKAN MANTAN KADES GAMBUT JAYA

    Ribuan Pelajar Jambi Deklarasi Tolak IRET, TCC dan Bullying

    Ribuan Pelajar Jambi Deklarasi Tolak IRET, TCC dan Bullying

    Sidang Pertama di Komisi Informasi Provinsi Jambi Disparpora Merangin Mangkir

    Sidang Pertama di Komisi Informasi Provinsi Jambi Disparpora Merangin Mangkir

    DPRD Kaltim Resmi Setujui Penggunaan Hak Angket, Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

    DPRD Kaltim Resmi Setujui Penggunaan Hak Angket, Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

    Gerbang DPRD Kaltim Jebol: Rakyat Tak Sabar Menunggu Hak Angket

    Gerbang DPRD Kaltim Jebol: Rakyat Tak Sabar Menunggu Hak Angket

    Pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital Terkait Penyebaran Fitnah dan Disinformasi terhadap Kepala Negara

    Pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital Terkait Penyebaran Fitnah dan Disinformasi terhadap Kepala Negara

  • Hukum & Kriminal
  • Kementerian
  • Internasional
www.situswarga.com
No Result
View All Result
Home Home

Pengakuan Kades RY dalam Polemik Tower di Kace Dinilai Janggal, Klaim Tak Tahu Proyek Bertolak Belakang dengan Fakta Lapangan

Mei 24, 2026
in Home, Regional Sumatera
Diduga Menekan masyarakat, Sosok Inisial D dalam Polemik Tower Kace Jadi Sorotan Warga

Foti : Kantor Desa Kace

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Situswarga.com.Pangkal Pinang — Pernyataan Kepala Desa Kace berinisial RY terkait polemik rencana pembangunan tower provider di RT 4 Dusun 4 kini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Sejumlah keterangan yang disampaikan kepada tim media justru dinilai memperlihatkan banyak kejanggalan dan bertolak belakang dengan fakta yang berkembang di lapangan.

Saat dikonfirmasi media, RY mengaku baru pertama kali bertemu dengan pihak yang disebut ingin membangun proyek di wilayah tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya hanya sempat mengatakan kepada pihak tersebut untuk mencari lahan di sekitar desa apabila memang ada rencana pembangunan.

Namun yang menjadi perhatian serius, RY mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik lahan yang akan digunakan, perusahaan atau PT mana yang berada di balik proyek tersebut, hingga bentuk dan nama proyek yang akan dibangun.

Tidak hanya itu, RY juga menyatakan dirinya tidak mengetahui lokasi pasti lahan yang saat ini justru sudah mulai muncul aktivitas pengerjaan menggunakan alat berat jenis ekskavator.

Pernyataan tersebut sontak memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Sebab di sisi lain, proses pengumpulan tanda tangan warga dan permintaan fotokopi KTP sebelumnya disebut sudah berjalan di lingkungan RT 4 Dusun 4 Kace.

Yang lebih menjadi sorotan, RY juga mengaku tidak ikut serta turun ke lapangan dalam proses permintaan KTP maupun pendekatan administrasi kepada masyarakat.

Namun pengakuan tersebut dinilai berbeda dengan fakta yang berkembang di lapangan. Sejumlah warga mengaku nama dan posisi kepala desa kerap disebut dalam proses pendekatan kepada masyarakat terkait proyek tersebut.

“Ini yang membuat masyarakat bingung. Kalau kepala desa mengaku tidak tahu proyeknya apa, tidak tahu PT-nya siapa, tidak tahu pemilik lahannya siapa, bahkan mengaku tidak ikut meminta KTP, lalu sebenarnya siapa yang mengendalikan proses ini?” ujar salah satu warga.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin curiga bahwa ada proses yang berjalan tanpa keterbukaan publik yang jelas. Warga menilai sangat tidak lazim apabila sebuah proyek yang diduga akan membangun tower provider sudah masuk pada tahap pengumpulan administrasi masyarakat, sementara kepala desa sendiri mengaku tidak mengetahui detail dasar proyek tersebut.

“Kalau memang tidak tahu apa-apa, kenapa proses di lapangan bisa berjalan? Kenapa warga diminta KTP? Kenapa alat berat sudah masuk? Ini yang menjadi pertanyaan besar masyarakat,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat juga menyoroti adanya dugaan lempar tanggung jawab dalam polemik ini. Sebab, di satu sisi aktivitas di lapangan sudah berjalan, namun di sisi lain pejabat wilayah justru mengaku tidak mengetahui secara rinci proyek yang sedang dipersoalkan masyarakat.

Tidak hanya itu, RY juga membenarkan bahwa sebelumnya sempat ada tiga orang warga yang datang menyampaikan surat aspirasi terkait penolakan pembangunan tower tersebut.

Namun menurut pengakuannya, surat itu hanya diterima secara informal dengan meminta warga meletakkannya di atas meja.

Pernyataan itu kembali menuai kritik dari masyarakat. Warga menilai aspirasi yang disampaikan langsung oleh masyarakat seharusnya ditanggapi secara serius, bukan sekadar dianggap formalitas administrasi.

“Warga datang menyampaikan keresahan secara baik-baik, tapi kesannya hanya disuruh taruh surat di meja. Sementara proyek di lapangan terus berjalan. Ini yang membuat masyarakat merasa tidak dihargai,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Di tengah polemik yang semakin berkembang, masyarakat kini mempertanyakan sejauh mana sebenarnya pengawasan pemerintah desa terhadap aktivitas pembangunan di wilayahnya sendiri.

Sebab berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas alat berat berupa ekskavator telah lebih dahulu melakukan penggalian lahan meskipun sosialisasi resmi kepada masyarakat belum pernah dilakukan.

Situasi tersebut memunculkan dugaan bahwa proses proyek berjalan lebih cepat dibanding keterbukaan informasi publik kepada warga terdampak.

Masyarakat RT 4 Dusun 4 Kace kini meminta adanya penjelasan terbuka terkait legalitas proyek, identitas perusahaan, status lahan, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendekatan kepada masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan formalitas tanda tangan tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang dibangun di lingkungan mereka sendiri,” tegas warga.

Sementara itu, media ini masih terus melakukan penelusuran dan upaya konfirmasi lanjutan kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi dalam polemik proyek pembangunan tower di RT 4 Dusun 4 Kace tersebut.  (rehan)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Diduga Menekan masyarakat, Sosok Inisial D dalam Polemik Tower Kace Jadi Sorotan Warga

Pengakuan Kades RY dalam Polemik Tower di Kace Dinilai Janggal, Klaim Tak Tahu Proyek Bertolak Belakang dengan Fakta Lapangan

1 minggu ago
DPRD Kaltim Resmi Setujui Penggunaan Hak Angket, Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

DPRD Kaltim Resmi Setujui Penggunaan Hak Angket, Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

4 minggu ago

Popular News

    Connect with us

    www.situswarga.com

    Copyright © 2023 opsiglobal.com, Developed by Arman IT.

    Navigate Site

    • Privacy Policy
    • Box Redaksi
    • Contact

    Follow Us

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Politik
    • OLahraga
    • Ekonomi
    • pendidikan
    • Internasional
    • Peristiwa

    Copyright © 2023 opsiglobal.com, Developed by Arman IT.