SItuswarga.com.Jambi – Dua unit pabrik kelapa sawit milik PTPN IV PalmCo berhasil meraih peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2024–2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kedua pabrik tersebut adalah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei yang berlokasi di Sumatera Utara dan PKS Bah Jambi yang berada di Provinsi Jambi.
Peringkat Hijau dalam PROPER merupakan pengakuan bahwa perusahaan telah melampaui standar kepatuhan dasar dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan ini juga menandakan bahwa kedua pabrik tersebut telah menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang baik, inovatif, dan menjadi contoh bagi industri sejenis dalam mewujudkan kegiatan usaha yang berkelanjutan.
Dalam upaya mendorong transisi energi dan peningkatan efisiensi operasional, kedua pabrik telah menerapkan serangkaian langkah strategis yang terukur dan berdampak nyata. Salah satu inovasi unggulan dilakukan oleh PKS Sei Mangkei, yaitu pemanfaatan limbah cair pabrik untuk menjadi sumber energi. Pabrik ini mengoperasikan fasilitas penangkapan gas metana yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair kelapa sawit, yang kemudian diubah menjadi energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Langkah ini tidak hanya berhasil menekan emisi gas rumah kaca yang terbuang ke udara, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemenuhan kebutuhan energi listrik untuk operasional pabrik secara mandiri.
Sementara itu, PKS Bah Jambi mengambil langkah konkret dalam menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pabrik telah melakukan konversi alat kerja, di mana pompa air yang sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak jenis solar kini telah diubah menjadi pompa yang menggunakan tenaga listrik. Perubahan ini memberikan hasil yang signifikan: konsumsi solar di pabrik tersebut turun drastis dari 3.695 liter pada tahun 2023 menjadi hanya 2.364,7 liter sepanjang tahun 2024. Selain itu, sistem otomatisasi juga diterapkan pada pengoperasian tangki air panas untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan kelancaran proses produksi.
Pengelolaan limbah padat juga menjadi fokus utama di kedua lokasi. Serat kelapa sawit yang merupakan sisa pengolahan dimanfaatkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk menggerakkan pembangkit listrik dan menghasilkan uap dalam proses produksi. Sementara itu, tandan buah kosong tidak lagi dianggap sebagai sampah, melainkan diolah menjadi pupuk organik yang digunakan kembali di lahan perkebunan. Di PKS Bah Jambi, pemanfaatan limbah ini bahkan dikembangkan lebih jauh dengan melibatkan masyarakat sekitar, di mana tandan kosong dijadikan media tanam jamur, sehingga memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi warga setempat.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyambut baik pencapaian ini dan menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti nyata dari transformasi perusahaan yang kini semakin berorientasi pada efisiensi energi dan penurunan tingkat emisi. Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai netralitas emisi karbon pada tahun 2060.
Hingga saat ini, PTPN IV PalmCo telah mengoperasikan 11 unit pembangkit listrik tenaga biogas dengan total kapasitas mencapai 12,05 MW. Perusahaan juga sedang dalam tahap pembangunan satu unit fasilitas gas biokompresi, serta tengah merencanakan pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam mendukung transisi energi nasional.








